Tampilkan postingan dengan label Story Daerah Aceh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Story Daerah Aceh. Tampilkan semua postingan

Rabu, 04 November 2015

KESENIAN TARI RANUP LAMPUAN DAERAH ACEH


Ranup Lampuan adalah kesenian tari yang berasal dari Nangroe Aceh Darussalam. Tari ini merupakan visualisasi dari salah satu filosofi hidup warga Aceh, yakni menjunjung keramah-tamahan dalam menyambut tamu. Gerakan demi gerakan dalam Ranup Lampuan menggambarkan prosesi memetik, membungkus, dan menghidangkan sirih kepada tamu yang dihormati, sebagaimana kebiasaan menghidangkan sirih kepada tamu yang berlaku dalam adat masyarakat Aceh. Menilik karakteristiknya, atas dasar tersebut, tari ini digolongkan ke dalam jenis tari adat/upacara.

Sejarah Ranup Lampuan
Ranup (atau ranub) dalam Bahasa Aceh memang berarti sirih, sementara lampuan terdiri dari dua kata, yakni (lam) yang artinya dalam, dan (puan) yang berarti tempat sirih khas Aceh. Tarian ini diciptakan oleh Yusrizal (Banda Aceh) kurang lebih pada 1962 (Burhan, 1986; 141). Tak lama setelah populer di Banda Aceh, tari ini berkembang di berbagai daerah lainnya di Nangroe Aceh Darussalam. 

Selasa, 29 September 2015

KESENIAN TARI CAKLAK DAERAH ACEH

Tari Cangklak adalah tari yang memgemalisasikan perempuan-perempuan cantik gemulai, energik dan sedikit genit dengan berbagai aksesoris yang dipakai dalam mengelilingi lekuk tubuh anggunnya, serta pelengkap busana yang senantiasa digunakan dan indetik dengan perempuan seperti payung, kipas, sapu tangan, perpaduan gerak dan tarian yang laku di aceh dengan tarian khas melayu dari daerah timur aceh.

Provinsi Aceh adalah salah satu daerah yang memiliki keragaman budaya khususnya dalam tarian. Selain tari saman ada juga tari seudati. Seudati merupakan salah satu tarian yang cukup digemari oleh masyarakat Aceh Utara dan Pidie. Kemudian tarian ini dikembangkan dan diterima sebagai tarian khas daerah.

Jumat, 11 September 2015

KESENIAN TARI RATEB MAUSEUKAT DAERAH ACEH

KESENIAN TARI  RATEB  MAUSEUKAT  DAERAH ACEH
Tari Ratéb Meuseukat  tarian yang dilakukan dengan cara duduk bersila dan dilakukan oleh wanita berbaris menyamping sambil bernyanyi, tarian ini  berasal dari Aceh. Nama Ratéb Meuseukat berasal dari bahasa Arab yaitu Ratéb asal kata ratib yang artinya ibadat dan Meuseukat asal katanya dari sakat yang berarti diam.

Menurut sumber, Kesenian Tari Ratéb Meuseukat ini diciptakan oleh anak Teungku Abdurrahim atau biasa disebut Habib Seunagan (Nagan Raya), sedangkan syair atau rateb-nya diciptakan oleh Teungku Chik di Kala, seorang ulama di Seunagan yang hidup pada abad ke XIX. Isi dan kandungan syairnya terdiri dari sanjungan dan puji-pujian kepada Allah dan Nabi. Tarian ini dimainkan oleh sejumlah perempuan dengan pakaian adat Aceh.

Kamis, 10 September 2015

KESENIAN TARI LAWEUT DAERAH ACEH


KESENIAN  TARI LAWEUT DAERAH ACEH
Tari  Laweut adalah tari yang berasal dari Aceh Laweut berasal dari kata Selawat, sanjungan pada Nabi Muhammad S.A.W tari ini di persembahkan oleh delapan orang wanita yang disebut juga seudati iring. Tari ini di pergunakan untuk menyampaikan pesan-pesan dalam keagamaan pendidikan dan pembangunan. Sebelum sebutan laweut dipakai, pertama sekali disebut Akoon (Seudati Inong). Laweut ditetapkan namanya pada Pekan Kebudayaan Aceh II (PKA II). Tarian ini berasal dari Pidie, dan telah berkembang di seluruh Aceh. 

Gerak tari ini, yaitu penari dari arah kiri atas dan kanan atas dengan jalan gerakan barisan memasuki pentas dan langsung membuat komposisi berbanjar satu, menghadap penonton, memberi salam hormat dengan mengangkat kedua belah tangan sebatas dada, kemudian mulai melakukan gerakan-gerakan tarian.