Tampilkan postingan dengan label Story Daerah Jambi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Story Daerah Jambi. Tampilkan semua postingan

Senin, 07 September 2015

KESENIAN TITI NITI MAHLIGAI KHAS DAERAHA JAMBI



Tari Niti Mahligai, Tarian Unik Khas Jambi
Tari Niti Mahligai yang merupakan jenis tari Asyek berkembang di daerah kecamatan Gunung Kerinci tepatnya di desa Siulak Mukai Tengah. Tari Niti Mahligai termasuk jenis tari tradisional yang mengutarakan “kehendak” dan bersifat magis.
Tari Niti Mahligai berasal dari kata Niti artinya berjalan di atas suatu benda, naik artinya menuju sesuatu yang tertinggi dan mahligai adalah tahta atau istana. Tari Niti mahligai memiliki makna tarian yang dilakukan secara khusuk untuk mencapai sebuah tujuan yaitu memperoleh tahta atau istana. Tari ini dulunya digunakan dalam upacara pemujaan yaitu upacara adat penobatan gelar adat bilan salih.
Menurut Muchtar Hadis, salah satu tokoh seniman Kerinci menyatakan bilan salih adalah gelar adat yang di sandang oleh anak batino (kaum perempuan) yang bertugas untuk mendampingi tugas pemangku adat yang menyandang gelar sko, yang terdiri dari: Depati, Ninik Mamak, dan Anak Jantan yang disandang oleh kaum laki-laki.
Tarian ini memiliki keunikan dari tari-tarian yang berkembang di Indonesia saat ini, yaitu adanya atraksi yang menantang dan berbahaya. Pada saat dimulai atraksi, saat inilah para penari mulai dirasuki roh-roh nenek moyang yang mereka percayai mendatangkan kekuatan yang melebihi kekuatan manusia. Sehingga, para penari tidak sadarkan diri atautrance, selama atraksi berlangsung.

Jumat, 04 September 2015

TENTANG TARIAN SELAMPIT DELAPAN DAERAH JAMBI

TENTANG TARIAN SELAMPIT DELAPAN DAERAH JAMBI
Tarian Selampit Delapan merupakan tarian tradisional masyarakat propinsi jambi. Pada awal diciptakannya tarian ini merupakan tari pergaulan Muda-mudi dijambi. Tari ini mempunyai arti yang sangat penting dalam merekatkan pergaulan, maka dari itu kain Selampit yang berjumlah delapan lembar dengan bermacam warna ini merupakan simbol tautan pergaulan antar muda-mudi di Kota Jambi. Tarian ini mengambarkan 4 pasang muda-mudi yang masing-masing memegang 1 selampit (Selendang), koreografi tarian ini sendiri mengaturke empat pasang muda-mudi tersebut sambil menari bergerak menyilang, sambil merajut selampit tersebut sehingga menjadi satu tali yang tersusun dari berbagai warna.Disinilah simbol persatuan yang dijalin diperlihatkan.
Tari selampit delapan merupakan tari tradisional yang berasal dari Provinsi Jambi.
Pada awalnya tarian ini dimainkan oleh delapan orang dengan hanya menggunakan sumbu kompor sebanyak 8 tali yang diikat atau digantung pada loteng. Ceylon memberi nama tarian tersebut dengan nama “Tari Selampit Delapan” yang merujuk pada 8 tali yang digunakan dalam tarian. Tari Selampit Delapan selalu menggunakan selendang. Sampai sekarang tarian tersebut baik gerakan maupun komposisi tarinya masih seperti yang aslinya, kalaupun ada perubahan hanya sebatas untuk pemenuhan estetikany a saja, namun tidaklah merubah hal-hal yang esensial dari tarian tersebut.
Tari Selampit pertama kali diperkenalkan untuk merekatkan hubungan pergaulan antarpemuda. Melalui media tari, suasana keakraban antarpemuda dapat terbangun dengan baik. Setiap gerak dalam tari ini menggambarkan kekompakan, dan kekompakan itulah yang menjadi panduan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam Tari Selampit Delapan terkandung sebuah pesan yang dalam tentang makna sebuah pergaulan, bahwa pergaulan yang baik dilandasi oleh keimanan, saling menghargai, dan berperilaku bijaksana. Tentunya pandangan ini tidak terlepas dari falsafah hidup masyarakat Jambi yang memegang teguh nilai-nilai keimanan sebagai landasan dalam setiap pergaulan.Tarian ini diawali dengan salam pembukaan, yang mana semua penari berjongkok sambil memberikan salam pada penontonnya. Salam ini merupakan bentuk penghormatan kepeada penonton sebelum memulai taraian tersebut.



Kamis, 12 April 2012

Tentang Kesenian Tarian Sekapur Sirih Daerah Jambi

Tarian Sekapur Sirih Daerah Jambi


Tari ini diciptakan oleh Firdaus Chatab pada tahun 1962, kemudian ditata ulang oleh OK Hendri BBA pada tahun 1967. tari ini digunakan untuk menyambut tamu yang dihormati sebagai ungkapan rasa putih hati dalam menyambut tamu, dan ditarikan oleh penari remaja putri.

Tentang Keseniarian Tauh Daerah Jambi

Tarian Tauh Daerah Jambi


Tarian ini merupakan tarian khas Daerah Lekuk 50 Tumbi Lempur Kecamatan Gunung Raya, biasanya diselenggarakan pada saat ada perayaan-perayaankenduri Sko penyambutan tamu. Tarian ini dibawakan laki-laki dan perempuan (berpasang-pasangan) sering dilakukan sambil berdiri dan diiringi dengan misik rebab.gong dan nyanyian klasik yang disebut mantun yang mengisahkan Kehidupan masyarakat Desa, Percintaan, Adat istiadat dan lain-lain. Para penari menggunakan busana khas Lumpur yang berwarna hitam atau coklat serta memakai tutup hiasan perak. Tari Tauh acap dilakukan dilapangan terbuka namun ada juga didalam ruangan hal itu sesuai dengan waktu dan acara.