Minggu, 29 November 2015

KESENIAN TARI CACI DAERAH FLORES NUSA TENGGARA TIMUR


Tari Caci adalah permainan rakyat yang biasa dilakukan pada upacara adat atau upacara kenegaraan. Caci sendiri berasal dari kata “ca” yang atinya satu dan “ci” yang berarti uji. Atau bisa diterjemahkan menjadi menguji ketangkasan satu lawan satu.Sebelum Tari Caci dilangsungkan, sebuah pemanjatan nyanyian bernama kelong dialunkan sebagai panggilan kepada arwah para leluhur . Saat kelong dilantunkan, dan tandak atau danding mengikuti, maka Caci harus dilaksanakan. Tidak ada kelong tanpa Caci dan sebaliknya. Dalam penuturan para orang tua Manggarai, di masa lalu, beberapa penari Caci bahkan mengalami kondisi beke atau rowa yang parah, seperti biji mata yang jatuh ke tanah. Para tetua adat meyakini , kondisi ini disebabkan oleh sikap si petarung yang melupakan adat, atau tidak menghormati tradisi, atau juga melanggar ketentuan-ketentuan adat.
Dalam perkembangannya, Caci biasanya diadakan pada saat upacara pembukaan lahan baru, upacara penyambutan tamu dan saat hari kemerdekaan Republik Indonesia. 

Sabtu, 28 November 2015

KESENIAN TARI PINGAN DAERAH KALIMANTAN BARAT


Tari Pingan, Merupakan Tarian Tunggal pada masyarakat Dayak Mualang Kabupaten Sekadau yang pada masa kini sebagai tari hiburan masyarakat atas rezeki/tuah/makanan yang diberikan oleh Tuhan. Tari ini menggunakan Pingan sebagai media atraksi dan tari ini berangkat dari kebudayaan leluhur pada masa lalu yang berkaitan erat dengan penerimaan/penyambutan tamu/pahlawan.
Tari Pingan adalah tarian yang memberikan kita pengertian untuk bersyukur atas rejeki. tuah, makanan yang telah di berikan Tuhan kepada kita. Dahulu kala Tari Pingan salah satu tarian untuk upacara adat namun sekarang dijaman modern ini Tari Pingan merupakan Tarian hiburan untuk masyarakat khususnya Kalimantan Barat. Tarian ini biasanya dipentaskan pada acara Gawai Dayak ( pesta Panen padi ), Gawai Belaki Bini ( pesta pernikahan ) dll. Tari ini lebih menekankan pada gerakan – gerakan atraktif yang diadopsi dari gerakan silat tradisional. Dalam melakukan gerakan tari, penari membawa dua buah Pinggan ( pada zaman dahulu menggunakan piring batu, kini di ganti piring beling berwarna putih ), dan sepasang cincin yang terbuat dari timah ataupun tembaga seukuran Cincin jari tengah penari
Tari Pingan jika dikaji berdasarkan pola artistic garapan tari di Indonesia, termasuk Jenis tari Tradisi, kelompok Tari Rakyat

Jumat, 27 November 2015

KESENIAN TARI JEPIN LEMBUT DAERAH KALIMANTAN BARAT


Tari Jepin Lembut adalah tari tradisional Melayu yang berasal dari daerah Sambas dan berkembang di daerah Kalimantan Barat. Tari ini ditampilkan oleh dua orang laki-laki penari dengan iringan musik perkusi dan lantunan syair-syair Islami. Alat musik yang digunakan adalah gambus, gendang, dan ketipung yang dimainkan dengan irama padang pasir. Syair-syair Islami yang dilantunkan berisi puji-pujian kepada Allah SWT, Nabi Muhammad SAW, dan kewajiban atau larangan menurut ajaran Islam.


Kamis, 26 November 2015

KESENIAN TARI BAMBU GILA DAERAH MALUKU UTARA


Tarian ini merupakan tarian yang sangat mistis di daerah maluku utara . tepatnya di daerah hutan bambu di kaki gunung Gamalama. Awal tarian ini yaitu untuk memindahkan kapal kayu yang telah jadi dibuat dari gunung ke pantai . Tarian tersebut juga digunakan untuk memindahkan kapal yang sudah kandas di laut . Bahkan untuk para raja-raja tarian bambu gila ini juga digunakan untuk melawan para musuh yang datang untuk menyerang . Dan sekarang tarian tersebut dijadikan sebagai hiburan pada saat ada acara adat dan pesta . Tarian tersebut menggunakan bambu yang berukuran kira - kira 10 - 15 meter . Sebelum tarian ini dimulai pertama-tama pawang akan membakar kemenyan atau dupa terlebih dahulu dengan diirngi pembacaan doa agar diberikan keselamatan hingga selesai memainkan. Setelah itu bambu tersebut berguncangan dengan perlahan semakin lama bambu tersebut akan semakin kencang. Tarian bambu gila ini dimainkan oleh para 6 lelaki tubuh besar yang memegangi bambu dan dibawa berputar mengelilingin lapangan mengikuti arah gerakan bambu tersebut . Bambu tersebut memiliki berat berton-ton sehingga keenam pria tersebut tak kuasa untuk menahannya.

Rabu, 25 November 2015

KESENIAN TARI CONDONG DAERAH BALI


Tari Condong adalah tarian Bali yang sering dipentaskan sebagai pendahuluan untuk legong dan diiringi oleh semar pangulingan . Istilah ini juga merujuk ke karakter fiksi, representasi klasik pelayan wanita, yang ada di dalam tari condong, seperti tari legong, gambuh, dan arja.
Tari condong berasal dari istana di Bali pada pertengahan abad ke-19. Sejarah rakyat mengacu bahwa ada pangeran dari Sukawati sakit parah mendapat penglihatan dua gadis cantik menari dengan anggun ditemani musik gamelan; setelah sehat kembali, pangeran ini mereka ulang tarian yang dia pernah lihat.
Awalnya tarian ini menampilkan dua penari yang menyimbolkan dua bidadari dari sorga yaitu bidadari Supraba dan Wilotama. Namun, dalam perkembangannya sekitar tahun 1930-an, muncul ide seniman untuk melengkapinya tarian ini. Tarian ini menjadi lebih hidup dengan mengisahkan suasana kerajaan yakni menampilkan tingkah polah sang raja dan sang abdi.
Pada pertunjukan modern, penari condong memainkan peran subjek. Koreografer Ni Ketut Arini menggambarkan penari condong sebagai potret seorang pelayan istana yang melayani raja, serta kagum akan kuasanya dan kecantikan putri sang raja.

Selasa, 24 November 2015

KESENIAN TARI WIRAYUDA DAERAH BALI


Tari Wirayuda Kalau ini adalah tarian kreasi baru yang menggambarkan ketangkasan olah senjata para prajurit dalam menghadapi peperangan.
Ini merupakan tari yang menggambarkan sifat kepahlawanan.Tari ini dikembangkan dari beberapa jenis tari baris gede(tari baris upacara) terutama sekali Baris Tumbak atau Baris Katekok Jago.Tari Wirayuda menggambarkan sekelompok prajurit Bali Dwipa yang sedang bersiap siap untuk maju ke medan perang.Tari ini dibawakan oleh 2 sampai 4 orang penari yang membawa properti seperti tombak.
Tari ini menggambarkan sekelompok prajurit Bali Dwipa yang sedang bersiap-siap untuk maju ke medan perang. Memakai hiasan kepala berbentuk udeng-udengan, tarian yang merupakan ciptaan I Wayan Dibia pada tahun 1979.

Sabtu, 21 November 2015

KESENIAN TARI MANAWEANG DAERAH JAYAPURA PAPUA


Tari manaweang berasal dari Kabupaten Yapen Barat, yang menceritakan kisah seorang pemuda yang gagah dan mempunyai ilmu gaib tinggi, ilmu pemuda ini sering di sebut suanggi. Pemuda Suanggi ini suka membuat warga takut dan tidak bisa melakukan aktifitas sehari-hari seperti, nelayan dan bertani.
Menurut warga Yapen, setiap kali manaweang atau suanggi muncul, maka selalu ada korban jiwa. Perbuatan manaweang ini membuat masyarakat resah. Akhirnya kepala suku dan masyarakat sepakat untuk membunuh manaweang. Dan upaya kepala suku serta masyarakat pun berhasil membunuh pemuda manaweang.
Setelah manaweang dibunuh, masyarakat bersuka cita, karena sudah tidak ada manaweang atau suanggi lagi, yang mengganggu mereka
Tarian manaweang ini, ditarikan oleh empat belas orang, dengan menggunakan tujuh gerakan dasar tari.